Showing posts with label France. Show all posts
Showing posts with label France. Show all posts

Monday, December 12, 2016

Tagged under: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

[List] 74th Golden Globe Awards: The Nominees Unveiled


Pada 12 Desember 2016, atau sehari setelah penyelenggaraan Critics' Choice Awards 2016 yang sekaligus menandai dimulainya awards season tahun ini, Hollywood Foreign Press Association kembali mengumumkan daftar nominasi calon pemenang Golden Globe 2017 nanti. Gelaran Golden Globe ke 74 ini sendiri akan diadakan 8 Januari tahun depan, dengan pembawa acara The Tonight Show, Jimmy Fallon, sebagai host. Pada kategori Best Motion Picture
 – Drama, Hacksaw Ridge, Hell or High Water, Machester by the Sea, dan Moonlight berhasil menduduki 4 nominasi, sementara Lion yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan juga mampu meraih nominasi, menyingkirkan kontender lain yang dianggap lebih kuat, seperti Fences dan Silence. Sementara Fences masih mampu meraih 2 nominasi di kategori Best Actor (Denzel Washington) dan Best Supporting Actress (Viola Davis), Silence secara mengejutkan harus rela pulang tanpa nominasi kali ini, bahkan bagi Martin Scorsese maupun Liam Neeson. Di lain sisi, Nocturnal Animals mendapatkan apresiasi lebih dari HFPA, dengan munculnya nama Tom Ford dalam Best Director dan Aaron Taylor-Johnson dalam Best Supporting Actor. Sementara dari ranah film komedi dan musikal, 20th Century Woman, Florence Foster Jenkins, Deadpool, dan peraih nominasi terbanyak kali ini (7 nominasi), La La Land, berhasil masuk daftar nominasi film terbaik tahun ini. 

Beralih ke layar kaca televisi, dalam Best Drama merupakan pertarungan sengit antara HBO dengan Netflix, dengan masuknya 2 tv series andalan HBO saat ini, Game of Thrones dan Westworld, dengan 2 tv series teranyar Netflix, Stranger Things serta The Crown dalam nominasi melengkapi tv series NBC, This is Us. Sementara itu, nama Viola Davis, Tatiana Maslany, dan Taraji P. Henson secara mengejutkan harus absen bersama dalam Best Actress in Drama TV Series kali ini, dengan menyambut nama baru seperti Evan Rachel Woods, Claire Foy, dan Winona Ryder. Hal yang sama juga terjadi dalam Best Supporting Actor, dimana nama unggulan seperti Kit Harington dan Tobias Menzies gagal masuk daftar. Sementara series gagasan Ryan Murphy, The People v. O.J. Simpson: American Crime Story, mampu memborong 5 nominasias expected, sayangnya hal berbeda terjadi pada series buatan ia lainnya, American Horror Story: Roanoke, yang pulang dengan tangan hampa. Berikut merupakan daftar lengkap nominasi Golden Globe Awards 2017.

Best Motion Picture – Drama:
“Hacksaw Ridge”
“Hell Or High Water”
“Lion”
“Manchester By The Sea”
“Moonlight”

Best Motion Picture – Musical or Comedy:
“20th Century Women”
“Deadpool”
“La La Land”
“Florence Foster Jenkins”
“Sing Street”

Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Drama:
Casey Affleck  “Manchester By The Sea”
Joel Edgerton – “Loving”
Andrew Garfield – “Hacksaw Ridge”
Viggo Mortensen –  “Captain Fantastic”
Denzel Washington – “Fences”

Best Performance by an Actress in a Motion Picture – Drama:
Amy Adams – “Arrival”
Jessica Chastain – “Miss Sloane”
Isabelle Huppert – “Elle”
Ruth Negga – “Loving”
Natalie Portman – “Jackie”

Best Performance by an Actor in a Motion Picture – Musical or Comedy:
Colin Farrell – “The Lobster”
Ryan Gosling – “La La Land”
Hugh Grant – “Florence Foster Jenkins”
Jonah Hill – “War Dogs”
Ryan Reynolds – “Deadpool”

Best Performance by an Actress in a Motion Picture – Musical or Comedy:
Annette Bening – “20th Century Women”
Lily Collins – “Rules Don’t Apply”
Hailee Steinfeld – “The Edge of Seventeen”
Emma Stone – “La La Land”
Meryl Streep – “Florence Foster Jenkins”

Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Motion Picture:
Mahershala Ali – “Moonlight”
Jeff Bridges – “Hell or High Water”
Simon Helberg – “Florence Foster Jenkins”
Dev Patel – “Lion”
Aaron Taylor-Johnson – “Nocturnal Animals”

Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Motion Picture:
Viola Davis – “Fences”
Naomie Harris – “Moonlight”
Nicole Kidman – “Lion”
Octavia Spencer – “Hidden Figures”
Michelle Williams – “Manchester by the Sea”

Best Director – Motion Picture:
Damien Chazelle – “La La Land”
Tom Ford – “Nocturnal Animals”
Mel Gibson – “Hacksaw Ridge”
Barry Jenkins – “Moonlight”
Kenneth Lonergan – “Manchester by the Sea”

Best Screenplay:
“La La Land”
“Nocturnal Animals”
“Moonlight”
“Manchester By The Sea”
“Hell Or High Water”

Best Motion Picture – Foreign Language:
“Divines” – France
“Elle” – France
“Neruda” – Chile
“The Salesman” – Iran/France
“Toni Erdmann” – Germany

Best Motion Picture – Animated:
“Kubo and the Two Strings”
“Moana”
“My Life As A Zucchini”
“Sing”
“Zootopia”

Best Original Song – Motion Picture:
“Can’t Stop The Feeling” – “Trolls”
“City Of Stars” – La La Land
“Faith” – Sing
“Gold” – Gold
“How Far I’ll Go” – Moana

Best Original Score – Motion Picture:
Nicholas Britell– “Moonlight”
Justin Hurwitz – “La La Land”
Johann Johannsson – “Arrival”
Dustin O’Halloran, Hauschka– “Lion”
Hans Zimmer, Pharrell Williams, Benjamin Wallfisch – “Hidden Figures”

Best Television Series – Drama:
“The Crown”
“Game Of Thrones”
“Stranger Things”
“This Is Us”
“Westworld”

Best Television Series – Musical or Comedy:
“Atlanta”
“Black-ish”
“Mozart In The Jungle”
“Transparent”
“Veep”

Best Performance by an Actor in a Television Series – Drama:
Rami Malek – “Mr. Robot”
Bob Odenkirk – “Better Call Saul”
Matthew Rhys – “The Americans”
Liev Schreiber – “Ray Donovan”
Billy Bob Thornton – “Goliath”

Best Performance by an Actress In A Television Series – Drama:
Caitriona Balfe – “Outlander”
Claire Foy – “The Crown”
Keri Russell – “The Americans”
Winona Ryder – “Stranger Things”
Evan Rachel Wood – “Westworld”

Best Performance by an Actor in a Television Series – Musical or Comedy:
Anthony Anderson – “Black-ish”
Gael García Bernal – “Mozart in the Jungle”
Donald Glover – “Atlanta”
Nick Nolte – “Graves”
Jeffrey Tambor – “Transparent”

Best Performance by an Actress in a Television Series – Musical or Comedy:
Rachel Bloom – “Crazy Ex-Girlfriend”
Julia Louis-Dreyfus – “Veep”
Sarah Jessica Parker – “Divorce”
Issa Rae – “Insecure”
Gina Rodriguez – “Jane the Virgin”
Tracee Ellis-Ross – “Black-ish”

Best Limited Series:
“American Crime”
“The Dresser”
“The Night Manager”
“The Night Of”
“The People v O.J. Simpson: American Crime Story”

Best Performance by an Actor in a Limited Series or Motion Picture Made for Television:
Riz Ahmed – “The Night Of”
Bryan Cranston – “All The Way”
Tom Hiddleston – “The Night Manager”
John Turturro – “The Night Of”
Courtney B. Vance – “The People v O.J. Simpson: American Crime Story”

Best Performance by an Actress in a Limited Series or Motion Picture Made for Television:
Felicity Huffman – “American Crime”
Riley Keough – “The Girlfriend Experience”
Sarah Paulson – “The People v O.J. Simpson: American Crime Story”
Charlotte Rampling – “London Spy”
Thandie Newton – “Westworld”

Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Series, Limited Series or Motion Picture Made for Television:
Olivia Colman – “The Night Manager”
Lena Headey – “Game Of Thrones”
Chrissy Metz – “This Is Us”
Mandy Moore – “This Is Us”
Kerry Washington – “Confirmation”

Best Performance by an Actor in a Supporting Role in a Series, Limited Series or Motion Picture Made for Television:
Sterling K Brown – “The People v O.J. Simpson: American Crime Story”
Hugh Laurie – “The Night Manager”
John Lithgow – “The Crown”
Christian Slater – “Mr. Robot”
John Travolta – “The People v O.J. Simpson: American Crime Story"

Sunday, March 29, 2015

Tagged under: , , , , , , , , , , , , ,

[Part 2] 2014: 25 Best Movies


I'm back! Setelah break cukup panjang, kini saatnya saya untuk menutup annual list ini dengan rangkuman film-film terbaik dari yang terbaik. Di bagian pertama, kita telah melihat blockbuster seperti X-Men Days of Future Past, Guardians of the Galaxy, hingga Dawn of the Planet of the Apes. Ada pula oscar-nominated films layaknya The Theory of Everything sampai The Imitation Game. Jangan lupakan karya-karya independet alias indie dari Coherence hingga Calvary, dan karya dari tanah Eropa, Force Majeure. Kali ini, akan ada lebih banyak film berbahasa asing (di luar bahasa Inggris), beberapa komedi, tentunya drama, dan juga, lebih banyak thriller (!). Well, here they are!


#12. Ida | Directed by Pawel Pawlikowski | Written by Pawel Pawlikowski and Rebecca Lenkiewicz
Dengan 2 karakter utama yang saling bertolakbelakang di lini depan, penonton diajak menelusuri sebuah perjalanan pencarian identitas diri. Melewati masa lalu, membuka luka lama, dan menentukan masa depan mereka, Ida tak hanya mampu memberikan sebuah kisah pencarian jati diri yang solid, namun juga tak biasa dalam hal penyampaiannya. Tersaji dalam resolusi 3:1, visualnya begitu cantik dan tak biasa, but overall its the mysterious and gloomy atmosphere that haunts the audience. Ida adalah definisi sempurna untuk sesuatu yang cantik namun menyakitkan. Tapi, dari segalanya, ada satu yang sangat perlu untuk di-highlight. Ya, karena untuk menyajikan semua itu, ia hanya butuh waktu yang begitu singkat: 82 menit.



#11. Two Days, One Night (Deux Jours, Une Nuit) | Directed and Written by Jean-Pierre Dardenne and Luc Dardenne
I have never watched a film that felt this real. Ya, ia mengangkat isu vital dengan kisah yang begitu relevan terhadap masa kini. Di title role, ada Marion Cotillard, menampilkan salah satu penampilan terbaik dalam karirnya setelah La Vie en Rose dan Rust and Bone. Ia adalah seorang istri sekaligus ibu yang tengah depresi berat, berusaha bangkit dan mempertahankan apa yang ia miliki. Drama yang memikat dalam kesederhanaan, cukup menyakitkan namun tak pernah meninggalkan human spirit yang film ini bawa. Sebuah komentar sosial luar biasa dan karakter studi kompleks, siapa sangka mampu tersaji dengan begitu baik dalam satu kisah yang amat sederhana?



#10. Nightcrawler | Directed and Written by by Dan Gilroy
Mengulik kisahnya, Nightcrawler bagi saya mengingatkan terhadap sebuah klasik tahun 1976, Network. Mereka sama-sama mengungkit media, orang-orang di baliknya, serta bagaimana kelamnya dunia ini. But well, story wise, keduanya memang benar-benar berbeda. Nightcrawler mengajak penonton menyelami industri gelap di balik media, lewat kepala seorang 'nightcrawler'. Diperankan dengan tanpa cacat oleh Jake Gyllenhaal, he once again shows he’s an actor with a wider range than you expected, and easily brings one of the best villains in years. Gyllenhaal seketika berubah menjadi pria 'menakutkan', morally qustionable, karakter kunci yang membuat siapapun bergidik. Sementara Dan Gilroy, sukses membawa sebuah kisah yang intens, yang tanpa disadari juga trut menghadirkan sebuah satirikal drama ke dalam sajian thriller kelam yang penuh obsesi. Gripping, dark, and chilling, Nightcrawler crawls us with its maximum vivacity.



#9. The Grand Budapest Hotel | Directed by Wes Anderson | Written by Wes Anderson and Hugo Guinness
Datang dari otak seorang Wes Anderson, membuat The Grand Budapest Hotel bukanlah sebuah karya biasa. Masih dengan kemasan quirky yang telah lama menjadi style sang sineas, The Grand Budapest Hotel adalah komedi yang segar, benar-benar berbeda dari komedi yang marak saat ini. Menontonnya seperti berada di plante yang benar-benar berbeda, visualnya eye candy dan imajinasinya tingkat tinggi. Dramanya penuh cinta dan memikat sekalipun sederhana, dengan humor offbeat, menarik, nonsense, serta karakter-karakter eksentrik yang mudah dicintai, The Grand Budapest Hotel is a whole new level on comedy: a genius work without trying too much to be one.



#8. Under the Skin | Directed by Jonathan Glazer | Written by Walter Campbell and Jonathan Glazer
Under the Skin mungkin merupakan tipe film that you either love it or hate it. It's segmented, yes, namun tentu ia tidak segmented dalam bagaimana cara seorang Jonathan Glazer mengemas Under the Skin. Didasari novel berjudul sama, Glazer berhasil menjadikan Under the Skin sebagai adaptasi lain dari yang lain. Mengadaptasi premis novelnya, kemudian sisanya adalah kemampuan Glazer. Ia mengambil banyak influens dari para filmmaker berpengaruh dunia seperti Stanley Kubrick hingga david Lynch, dan hasilnya, sebuah kisah yang tak biasa, dingin, haunting, yet effective. Anyway, let's talk about Scarlett Johansson's mesmerizing performance. Seduktif, misterius, she's the real definition of femme fatale. Easily her best performance yet. Dengan performa maksimal dari Glazer maupun Johansson, Under the Skin takes alien invasion themed films to another level. Clever, boundless, thought provoking, while beautifully done and precisely made, Under the Skin is a timeless masterpiece.



#7. Gone Girl | Directed by David Fincher | Written by Gillian Flynn
David Fincher, is surely one of the best filmmaker with a great filmography.  Ya, ia memang punya rapor merah dengan Alien 3, tapi lihat apa yang ia hasilkan setelahnya: Se7en, Fight Club, The Social Network, and now, this. Dengan sang novelis sendiri sebagai penulis naskah, Gone Girl berhasil menjadi salah satu film paling sinting tahun ini. Rosamund Pike berlakon sebagai pemain kunci, the Amazing Amy, misterius sekaligus charming. Membuat penonton bergidik meskipun tak ada yang menyangkal that she is our favorite character of the year. Kisahnya adalah 'romantisme' paling gila tahun ini, dengan penceritaan  maju-mundur, dihiasi banyak kejutan yang mampu memutarbalikkan semuanya. Sementara Fincher membuat Gone Girl begitu kelam, intens, sekaligus membawa Gone Girl at its maximum entertaining point. 'Sakit', penuh ketegangan, dan kejutan, there is no way that we're going to ignore this another Fincher's masterwork.



#6. Interstellar | Directed by Christopher Nolan | Written by Jonathan Nolan and Christopher Nolan
It might not be his best work ever, but Nolan's not-really-his-best-work is everyone's best. Mungkin saya terlalu melebih-lebihkan, tapi Interstellar memang merupakan karya yang serba 'grande' dari segala sisi: kisahnya non-linear dengan tema yang butuh banyak pemikiran, cast-nya bertabur bintang, sisi teknikal yang luar biasa megah dari visual hingga musik. Ya, Interstellar adalah rangkaian goosebumps dari awal hingga akhir. It's not on his Dark Knight level, tapi setidaknya, Nolan kembali dengan comeback yang memukau. Tunggu sampai ia mengeluarkan amunisi pada penghujungnya, rangkaian musik menggetarkan, visual fantastis, dan lapis demi lapis twist mengejutkan sekaligus emosional. And, yes, it's not even his strongest work.



#5. Winter Sleep (Kis Uykusu) | Directed by Nuri Bilge Ceylan | Written by Ebru Ceylan and Nuri Bilge Ceylan
Cannes got it right. Layaknya pemenang tahun lalu, Palme d'Or tahun ini lagi-lagi jatuh di tangan film berdurasi 3 jam. Tapi, menonton Winter Sleep, film asal Turki ini nyatanya bukanlah pengalaman melelahkan. It's simple yet effective in execution, but you can never take the subtle subject in a simplest way. Winter Sleep adalah tipe film 'cerewet', ia memaparkan banyak dialog, dan intensitas film terbangun akan perang argumen, di mana anda terhipnotis dan larut dalam tiap argumen, menyelami isi kepala tiap karakter lewat apa yang keluar dari mulut mereka. Melalui karakter-karakter ini pula, sutradara mengajak penonton untuk melebarkan perspektif mereka, menelusuri dunia mereka yang merupakan miniatur dari sistem kesenjangan sosial.  It's a talking pictures, a talkative one but somehow feels very quite, provokes mind with its very clever subject while giving audience one of the best cinematic journey they've ever had.



#4. Selma | Directed by Ava DuVernay | Written by Paul Webb
Lima menit pertamanya will definitely leave you speechless, and actually, so is the rest. Mengangkat kisah salah satu orator sekaligus pahlawan paling berpengaruh di dunia, Selma mengangkat kisah Martin Luther King Jr. dengan  pengemasan yang tak main-main. Berada di bawah kendali Ava DuVernay, Selma just couldn't go any wrong. Di lini depan, sosok Martin Luther King Jr. yang diperankan oleh David Oyelowo. Berkharisma, penuh spirit, dan berapi-api, Oyelowo is in his finest form. Dalam waktu 127 menit, Selma menyajikan kisah yang emosional sekaligus dramatis, bukan sekedar merekonstruksi kisah, tapi juga menghidupkan kembali kisah, spirit, dan momen-momen bersejarah bagi Amerika, dan mungkin dunia. Perfectly captures every detail, courage, emotion, and spirit, Selma is a biopic at its best.



#3. Whiplash | Directed and Written by Damien Chazelle
This is something that's not really new, but somehow it feels really fresh. Ya, Whiplash adalah sebuah film tentang musik, menelusuri seorang remaja 19 tahun dan obsesinya terhadap drum. Terdengar bukan suatu premis yang menawarkan hal baru,  namun apa yang Damien Chazelle lakukan untuk mengemas Whiplash adalah hal yang menyegarkan. Intens, tapi ini bukanlah sebuah thriller. "Menakutkan", tapi ini juga bukanlah sebuah horor. Chazelle mampu membawa Whiplash menjadi film musik yang membawa genre sejenis pada standar yang tak biasanya. Di sini, kekuatan setiap instrumen nada benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebuah gabungan antara perjalanan sinematik dan permainan musik kelas wahid yang tak ada tandingannya. A pitch perfect.



#2. Boyhood | Directed and Written by Richard Linklater
Boyhood, well, like it says in the title, is about boyhood. Kisahnya sederhana, tapi esensinya kuat, dalam. Dengan kerja keras selama 12 tahun, hasilnya adalah Boyhood, an almost-3-hour vivid-look of everyone's childhood. Waktu 12 tahun pembuatannya bukanlah sekedar gimmick, Linklater mampu membuktikannya lewat bagaimana ia mengemasnya, menyajikan tiap potongan-potongan waktu dengan nilai nostalgianya masing-masing, membuat Boyhood bukan sekedar film tentang tumbuh kembang seorang manusia, tapi ia berhasil mendokumentasikan waktu, menjadikan waktu sebagai bintang utama. Pada akhirnya, Boyhood adalah kisah yang sederhana namun padat dalam isi, monumental, dan esensial. Karya sinematik yang luar biasa.



#1. Birdman | Directed by Alejandro González Iñárritu | Written by Alejandro González Iñárritu, Nicolás Giacobone, Alexander Dinelaris, and Armando Bo
Birdman mungkin terdengar seperti kisah superhero, well that's not entirely true. Memang ada sedikit tentang itu, tapi apa yang ingin diungkapkan Birdman bukanlah sang superhero, melainkan orang dibaliknya. Ya, ia menelusuri kisah seorang aktor yang ingin kembali mengklaim kejayaan masa lalunya, sembari memberikan humor satir yang menyentuh berbagai isu. Lewat tangan dingin Iñárritu, Birdman berhasil menjadi film paling imajinatif tahun ini, mengaburkan batas antara fantasi dan realita dengan sempurna, dengan career-defining performance dari Michael Keaton dan segala level teknikal yang dihadirkan secara brilian. Some say it's pretentious, while some others say it's too ambitious, well not for me. Selama dua jam, Iñárritu menyajikan dunia teater versinya sendiri lewat perspektif yang kocak, unik, puzzling, surreal, satirikal, sekaligus penuh nilai filosofis. Visually dazzling, narratively imaginative, perfectly casted, and entirely spectacular, Birdman is one of a kind, a tour de force!

_____________________________________________________________________________________________________

Monday, February 17, 2014

Tagged under: , , , , , , , , , , , , , ,

[List] BAFTAs 2014: The Winners!


Dengan baru digelarnya British Academy Film Awards (BAFTA) 2014, itu berarti kita selangkah lebih dekat menuju puncak musim penghargaan tahun ini, yaitu Academy Awards 2014. Tepatnya 16 Februari 2014, ajang yang setara Oscar di Inggris ini kembali untuk menganugrahi sineas-sineas yang mampu memproduksi film-film terbaik di tahun 2013. Dari seluruh peraih nominasi, 12 Years a Slave berhasil (lagi) untuk keluar sebagai pemegang tropi yang paling ditunggu-tunggu: Best Film. Sementara 12 Years a Slave boleh berbangga karena berhasil membawa pulang penghargaan utama, Gravity juga berhak tersenyum lebar setelah memenangkan Outstanding British Film, sekaligus memborong penghargaan terbanyak, sebanyak 6 tropi. Enam penghargaan ini termasuk pula untuk Best Director bagi Alfonso Cuaron, yang berhasil memenangkan seluruh major awards untuk kategori yang sama.

Di ranah akting dan naskah terbaik, banyak kejutan yang disajikan. Di luar dugaan, Barkhad Abdi dalam Captain Phillips mampu mengalahkan Jared Leto, everybody's favorite to win. Tak sampai di situ, meski tak terlalu mengejutkan, namun nama Chiwetel Ejiofor yang dipanggil sebagai pemenang Best Actor tentu sedikit di luar radar, mengingat kemenangan besar berturut-turut Matthew McConaughey dalam Golden Globe, CCA, hingga SAG. Sementara Jennifer Lawrence berhasil membawa pulang BAFTA dan membuat jumlah kemennangan seri terhadap Lupita Nyong'o (Lawrence memenangkan Golden Globe dan BAFTA, sementara Nyong'o membawa pulang CCA dan SAG), ada Cate Blanchett yang seperti telah diprediksikan, kembali membawa pulang penghargaan untuk penampilan gemilangnya dalam Blue Jasmine. Dalam Best Adapted Screenplay, secara mengejutkan Philomena menyabet penghargaan ini, termasuk menyabetnya dari 12 Years a Slave. Sebaliknya, kemenangan American Hustle sendiri dalam Best Original Screenplay tak terlalu mengejutkan, mengingat absennya kompetitor terbesar film ini, yaitu Her yang ditulis oleh Spike Jonze. Berikut daftar lengkap para pemenang BAFTA tahun ini.

BEST FILM
12 Years A Slave
American Hustle
Captain Phillips
Gravity
Philomena

OUTSTANDING BRITISH FILM
Gravity
Mandela: Long Walk To Freedom
Philomena 
Rush
Saving Mr. Banks 
The Selfish Giant

OUTSTANDING DEBUT BY A BRITISH WRITER, DIRECTOR OR PRODUCER 
Colin Carberry (Writer), Glenn Patterson (Writer) - Good Vibrations
Kelly Marcel (Writer) - Saving Mr. Banks
Kieran Evans (Director/Writer) - Kelly + Victor
Paul Wright (Director/Writer), Polly Stokes (Producer) - For Those in Peril
Scott Graham (Director/Writer) - Shell

DIRECTOR
Steve McQueen - 12 Years A Slave
David O. Russell - American Hustle
Paul Greengrass - Captain Phillips
Alfonso Cuarón - Gravity
Martin Scorsese - The Wolf Of Wall Street

ORIGINAL SCREENPLAY
Eric Warren Singer, David O. Russell - American Hustle
Woody Allen - Blue Jasmine
Alfonso Cuarón, Jonás Cuarón - Gravity
Joel Coen, Ethan Coen - Inside Llewyn Davis
Bob Nelson - Nebraska

ADAPTED SCREENPLAY
John Ridley - 12 Years A Slave
Richard LaGravenese - Behind The Candelabra
Billy Ray - Captain Phillips
Steve Coogan, Jeff Pope - Philomena
Terence Winter - The Wolf Of Wall Street

LEADING ACTOR
Bruce Dern - Nebraska
Chiwetel Ejiofor - 12 Years a Slave
Christian Bale - American Hustle
Leonardo DiCaprio - The Wolf of Wall Street
Tom Hanks - Captain Phillips

LEADING ACTRESS
Amy Adams - American Hustle
Cate Blanchett - Blue Jasmine
Emma Thompson - Saving Mr. Banks
Judi Dench - Philomena
Sandra Bullock - Gravity

SUPPORTING ACTOR
Barkhad Abdi - Captain Phillips
Bradley Cooper - American Hustle
Daniel Bruhl - Rush
Matt Damon - Behind the Candelabra
Michael Fassbender - 12 Years a Slave

SUPPORTING ACTRESS
Jennifer Lawrence - American Hustle
Julia Roberts - August: Osage County
Lupita Nyong'o - 12 Years a Slave
Oprah Winfrey - The Butler
Sally Hawkins - Blue Jasmine

FILM NOT IN THE ENGLISH LANGUAGE 
The Act Of Killing
Blue Is The Warmest Colour
The Great Beauty
Metro Manila 
Wadjda

DOCUMENTARY
The Act Of Killing
The Armstrong Lie
Blackfish
Tim's Vermeer
We Steal Secrets: The Story Of Wikileaks

ANIMATED FILM
Despicable Me 2 
Frozen
Monsters University

ORIGINAL MUSIC 
12 Years A Slave - Hans Zimmer
The Book Thief - John Williams
Captain Phillips - Henry Jackman
Gravity - Steven Price
Saving Mr. Banks - Thomas Newman

CINEMATOGRAPHY
12 Years A Slave - Sean Bobbitt
Captain Phillips - Barry Ackroyd
Gravity - Emmanuel Lubezki
Inside Llewyn Davis - Bruno Delbonnel
Nebraska - Phedon Papamichael

EDITING 
12 Years A Slave - Joe Walker
Captain Phillips - Christopher Rouse
Gravity - Alfonso Cuarón, Mark Sanger
Rush - Dan Hanley, Mike Hill
The Wolf Of Wall Street - Thelma Schoonmaker

PRODUCTION DESIGN
12 Years A Slave - Adam Stockhausen, Alice Baker
American Hustle - Judy Becker, Heather Loeffler
Behind The Candelabra - Howard Cummings
Gravity - Andy Nicholson, Rosie Goodwin, Joanne Woodlard
The Great Gatsby - Catherine Martin, Beverley Dunn

COSTUME DESIGN
American Hustle - Michael Wilkinson
Behind The Candelabra - Ellen Mirojnick
The Great Gatsby - Catherine Martin
The Invisible Woman - Michael O’Connor
Saving Mr. Banks - Daniel Orlandi

MAKE UP & HAIR
American Hustle - Evelyne Noraz, Lori McCoy-Bell
Behind The Candelabra - Kate Biscoe, Marie Larkin
The Butler - Debra Denson, Beverly Jo Pryor, Candace Neal
The Great Gatsby - Maurizio Silvi, Kerry Warn
The Hobbit: The Desolation Of Smaug - Peter Swords King, Richard Taylor, Rick Findlater

SOUND
All Is Lost - Richard Hymns, Steve Boeddeker, Brandon Proctor, Micah Bloomberg, Gillian Arthur
Captain Phillips - Chris Burdon, Mark Taylor, Mike Prestwood Smith, Chris Munro, Oliver Tarney 
Gravity - Glenn Freemantle, Skip Lievsay, Christopher Benstead, Niv Adiri, Chris Munro
Inside Llewyn Davis - Peter F. Kurland, Skip Lievsay, Greg Orloff
RUSH Danny Hambrook, Martin Steyer, Stefan Korte, Markus Stemler, Frank Kruse

SPECIAL VISUAL EFFECTS
Gravity - Tim Webber, Chris Lawrence, David Shirk, Neil Corbould, Nikki Penny 
The Hobbit: The Desolation Of Smaug - Joe Letteri, Eric Saindon, David Clayton, Eric Reynolds 
Iron Man 3 - Bryan Grill, Christopher Townsend, Guy Williams, Dan Sudick 
Pacific Rim - Hal Hickel, John Knoll, Lindy De Quattro, Nigel Sumner 
Star Trek Into Darkness - Ben Grossmann, Burt Dalton, Patrick Tubach, Roger Guyett

BRITISH SHORT ANIMATION 
Everything I Can See From Here
I Am Tom Moody
Sleeping With The Fishes

BRITISH SHORT FILM 
Island Queen
Keeping Up With The Joneses
Orbit Ever After
Room 8
Sea View

THE EE RISING STAR AWARD 
Dane DeHaan
George McKay
Lupita Nyong'o
Will Poulter
Lea Seydoux

Friday, January 17, 2014

Tagged under: , , , , , , , , , , , , , , , ,

[List] Critics' Choice Awards 2014: And the Winners are...

Gravity floats away with 7 trophies, while American Hustle takes 4 prizes and 12 Years a Slave owns the main category: Best Picture.
Hampir bersamaan dengan pengumuman para nominasi Oscar untuk tahun ini, Critics' Choice Movie Awards kembali digelar. Dengan dipandu Aisha Tyler yang tak kalah lucunya dengan duo Amy Poehler dan Tina Fey, meski dengan monolog yang lebih cepat,  Broadcast Film Critics Association (BFCA), organisasi kritikus film terbesar di Amerika Serikat, kembali menganugrahi film-film terbaik dari tahun 2013 pilihan mereka. Sekalipun 12 Years a Slave adalah pilihan para kritik untuk 3 tropi termasuk penghargaan utama Best Picture juga penerima nominasi terbanyak, yaitu 13 nominasi, yang diikuti dengan 12 nominasi oleh American Hustle, memenangkan Best Ensemble Cast dan 3 penghargaan lain, bintang paling bersinar di pagelaran kali ini adalah space thriller Gravity, yang memenangkan 7 tropi, termasuk untuk Best Director. 

Tapi, ketiga film ini bukanlah film yang menerima lebih dari 1 tropi saja, masih ada 5 film lain yang masing-masing memenangkan 2 penghargaan, termasuk romasa asal Prancis, Blue is the Warmest Color serta potret para pengidap AIDS dalam Dallas Buyers Club. Duo Matthew McConaughey dan Jared Leto dalam Dallas Buyers Club, yang baru saja memenangkan Golden Globe mereka, makin membuktikan taringnya di musim penghargaan kali ini, dengan membawa pulang Best Actor dan Best Supporting Actor. Di ranah aktris, Cate Blanchett tetap tak terkalahkan di Best Actress, sementara kali ini ada Lupita Nyong'o yang naik podium untuk Best Supporting Actress, selagi saling kejar-kejaran dengan Jennifer Lawrence dalam Oscar nanti, terlebih setelah kemenangan Larence di Golden Globe. Dan, inilah daftar para pemenang Critics' Choice Movie Awards 2014.

BEST PICTURE
American Hustle
Captain Phillips
Dallas Buyers Club
Gravity
Her
Inside Llewyn Davis
Nebraska
Saving Mr. Banks
12 Years a Slave
The Wolf of Wall Street

BEST ACTOR
Christian Bale - American Hustle
Bruce Dern - Nebraska
Chiwetel Ejiofor - 12 Years a Slave
Tom Hanks - Captain Phillips
Matthew McConaughey - Dallas Buyers Club
Robert Redford - All Is Lost

BEST ACTRESS
Cate Blanchett - Blue Jasmine
Sandra Bullock - Gravity
Judi Dench - Philomena
Brie Larson - Short Term 12
Meryl Streep - August: Osage County
Emma Thompson - Saving Mr. Banks

BEST SUPPORTING ACTOR
Barkhad Abdi - Captain Phillips
Daniel Bruhl - Rush
Bradley Cooper - American Hustle
Michael Fassbender - 12 Years a Slave
James Gandolfini - Enough Said
Jared Leto - Dallas Buyers Club

BEST SUPPORTING ACTRESS
Scarlett Johansson - Her
Jennifer Lawrence - American Hustle
Lupita Nyong'o - 12 Years a Slave
Julia Roberts - August: Osage County
June Squibb - Nebraska
Oprah Winfrey - Lee Daniels' The Butler

BEST YOUNG ACTOR/ACTRESS
Asa Butterfield - Ender's Game
Adele Exarchopoulos - Blue Is the Warmest Color
Liam James - The Way Way Back
Sophie Nelisse - The Book Thief
Tye Sheridan - Mud

BEST ACTING ENSEMBLE
American Hustle
August: Osage County
Lee Daniels' The Butler
Nebraska
12 Years a Slave
The Wolf of Wall Street

BEST DIRECTOR
Alfonso Cuaron - Gravity
Paul Greengrass - Captain Phillips
Spike Jonze - Her
Steve McQueen - 12 Years a Slave
David O. Russell - American Hustle
Martin Scorsese - The Wolf of Wall Street

BEST ORIGINAL SCREENPLAY
Eric Singer and David O. Russell - American Hustle
Woody Allen - Blue Jasmine
Spike Jonze - Her
Joel Coen & Ethan Coen - Inside Llewyn Davis
Bob Nelson - Nebraska

BEST ADAPTED SCREENPLAY
Tracy Letts - August: Osage County
Richard Linklater & Julie Delpy & Ethan Hawke - Before Midnight
Billy Ray - Captain Phillips
Steve Coogan and Jeff Pope - Philomena
John Ridley - 12 Years a Slave
Terence Winter - The Wolf of Wall Street

BEST CINEMATOGRAPHY
Emmanuel Lubezki - Gravity
Bruno Delbonnel - Inside Llewyn Davis
Phedon Papamichael - Nebraska
Roger Deakins - Prisoners
Sean Bobbitt - 12 Years a Slave

BEST ART DIRECTION
Andy Nicholson (Production Designer), Rosie Goodwin (Set Decorator) - Gravity
Catherine Martin (Production Designer), Beverley Dunn (Set Decorator) - The Great Gatsby
K.K. Barrett (Production Designer), Gene Serdena (Set Decorator) - Her
Dan Hennah (Production Designer), Ra Vincent (Set Decorator) - The Hobbit: The Desolation of Smaug
Adam Stockhausen (Production Designer), Alice Baker (Set Decorator) - 12 Years a Slave

BEST EDITING
Alan Baumgarten, Jay Cassidy, Crispin Struthers - American Hustle
Christopher Rouse - Captain Phillips
Alfonso Cuarón, Mark Sanger - Gravity
Daniel P. Hanley, Mike Hill - Rush
Joe Walker - 12 Years a Slave
Thelma Schoonmaker - The Wolf of Wall Street

BEST COSTUME DESIGN
Michael Wilkinson - American Hustle
Catherine Martin - The Great Gatsby
Bob Buck, Lesley Burkes-Harding, Ann Maskrey, Richard Taylor - The Hobbit: The Desolation of Smaug
Daniel Orlandi - Saving Mr. Banks
Patricia Norris - 12 Years a Slave

BEST MAKEUP
American Hustle
The Hobbit: The Desolation of Smaug
Lee Daniels' The Butler
Rush
12 Years a Slave

BEST VISUAL EFFECTS
Gravity
The Hobbit: The Desolation of Smaug
Iron Man 3
Pacific Rim
Star Trek into Darkness

BEST ANIMATED FEATURE
The Croods
Despicable Me 2
Frozen
Monsters University
The Wind Rises

BEST ACTION MOVIE
The Hunger Games: Catching Fire
Iron Man 3
Lone Survivor
Rush
Star Trek into Darkness

BEST ACTOR IN AN ACTION MOVIE
Henry Cavill - Man of Steel
Robert Downey Jr. - Iron Man 3
Brad Pitt - World War Z
Mark Wahlberg - Lone Survivor

BEST ACTRESS IN AN ACTION MOVIE
Sandra Bullock - Gravity
Jennifer Lawrence - The Hunger Games: Catching Fire
Evangeline Lilly - The Hobbit: The Desolation of Smaug
Gwyneth Paltrow - Iron Man 3

BEST COMEDY
American Hustle
Enough Said
The Heat
This Is the End
The Way Way Back
The World's End

BEST ACTOR IN A COMEDY
Christian Bale - American Hustle
Leonardo DiCaprio - The Wolf of Wall Street
James Gandolfini - Enough Said
Simon Pegg - The World's End
Sam Rockwell - The Way Way Back

BEST ACTRESS IN A COMEDY
Amy Adams - American Hustle
Sandra Bullock - The Heat
Greta Gerwig - Frances Ha
Julia Louis-Dreyfus - Enough Said
Melissa McCarthy - The Heat

BEST SCI-FI/HORROR MOVIE
The Conjuring
Gravity
Star Trek into Darkness
World War Z

BEST FOREIGN LANGUAGE FILM
Blue Is the Warmest Color
The Great Beauty
The Hunt
The Past
Wadjda

BEST DOCUMENTARY FEATURE
The Act of Killing
Blackfish
Stories We Tell
Tim's Vermeer
20 Feet from Stardom

BEST SONG
Atlas - Coldplay - The Hunger Games: Catching Fire
Happy - Pharrell Williams - Despicable Me 2
Let It Go - Robert Lopez and Kristen Anderson-Lopez - Frozen
Ordinary Love - U2 - Mandela: Long Walk to Freedom
Please Mr. Kennedy - Justin Timberlake/Oscar Isaac/Adam Driver - Inside Llewyn Davis
Young and Beautiful - Lana Del Rey - The Great Gatsby

BEST SCORE
Steven Price - Gravity
Arcade Fire - Her
Thomas Newman - Saving Mr. Banks
Hans Zimmer - 12 Years a Slave

Thursday, January 16, 2014

Tagged under: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

[Part 2] 2013: 25 Best Movies


Setelah The Hobbit: The Desolation of Smaug, The Conjuring, Frances Ha, Prisoners, Side Effects, hingga Blue Jasmine, masih banyak rangkuman film-film terbaik dari yang terbaik di tahun 2013 lalu. Kini, untuk melengkapi list sebelumnya, inilah film-film terbaik 2013, dari urutan 12 hingga posisi sang jawara, dari drama solid hingga dokumenter menawan, dari romansa manis hingga eksperimental imajinatif, dan dari sekuel luar biasa hingga thriller dahsyat, here they are!

#12. The Spectacular Now | Directed by James Ponsoldt | Written by Scott Neustadter and Michael H. Weber 
Apa definisi kata 'spektakuler' bagi Anda? Box-oofice berlimaph efek visual? Boleh jadi, tapi itu jelas bukanlah apa yang akan kita lihat dalam The Spectacular Now. Hanya dengan membaca sinopsisnya, pasti semua sudah dapat menerka film jenis apa ini. Tapi, jangan terlalu percaya diri dulu. Dengan tema romansa coming-of-age-nya, nyatanya The Spectacular mampu membawa angin baru dalam hal pengemasannya. Ya, jelas ini bukan film tipikal yang menawarkan kisah cinta tipikal. Sebaliknya, dibalik karakternya yang bergelimpahan remaja, The Spectacular Now membawa penonton pada sebuah kisah cinta dengan tone yang lebih gelap, plus segenap pembangunan karakter matang dan konflik yang lebih berliku, dihiasi oleh chemistry kokoh Shailene Woodley dan Miles Teller. Sebuah kisah cinta tentang remaja goyah yang disajikan dengan penuh kematangan, The Spectacular Now nyatanya memang sespektakuler judulnya.


#11. Captain Phillips | Directed by Paul Greengrass | Written by Billy Ray
Ya, Captain Phillips adalah Argo-nya tahun ini. Dua-duanya didasari dari kisah nyata dan keduanya juga merupakan mesin pemacu adrenalin yang lincah nan efektif. Mungkin naskahnya tak penuh dialog witty tajam seperti Argo, tapi dengan pembawaanya yang lebih serius, Captain Phillips juga mampu bersinar. Sepanjang durasinya, Paul Greengrass terus menerus menyuntikkan ketegangan yang tak berujung dan mempertahankan tensi yang terbangun dengan hasil yang begitu baik, mampu membuat siapa pun tak akan mampu duduk di kursi dengan penuh ketenangan. Dengan pemimpinnya, Tom Hanks sebagai Kapten Phillips yang muncul sebagai ikon heroik dan Barkhad Abdi sebagai bajak laut Somalia yang menyimpan kegarangan di balik fisiknya, Captain Phillips menjelma menjadi sebuah thriller yang sangat sukses dalam setiap level ketegangannya.


#10. Dallas Buyers Club | Directed by Jean-Marc Vallée | Written by Craig Borten  and Melisa Wallack
Diambil dari kisah nyata seorang pengidap AIDS, Ron Woodroof, Dallas Buyers Club hadir dengan naskah dan arahan kokohnya yang mampu menceritakan setiap potongan kisah hebatnya dengan baik dan tulus, yang diisi oleh karakter-karakter simpatetik dan sentuhan dialog-dialog bernuansa komedi di tengah temanya yang berat. Dengan salah satu ensemble cast terbaik tahun ini, McConaughey hadir karismatik dengan postur tubuh meyakinkan, menampilkan salah satu penampilan terpenting sepanjang karirnya. Sementara itu, Jared Leto adalah wujud scene stealer sejati, yang berhasil total dalam mengubah dirinya menjadi seorang wanita transgender pengidap AIDS. Berkharisma luar biasa, Dallas Buyers Club adalah sebuah biopik yang solid dari setiap sudut yang mengangkat kisah memikat tentang perjuangan hidup dengan kemasan penuh kehidupan.


#9. The Past/Le Passé | Directed by Asghar Farhadi | Written by Asghar Farhadi
Walaupun masih 'turun kelas' dibandingkan A Separation (kalau begitu, bayangkan sebagus apa A Separation), The Past tetaplah sebuah human drama menakjubkan dari segala sisi. Ada nama Berenice Bejo di lini depan, yang walaupun hadir sebagai pengganti Marion Cotillard, ia berhasil mengalahkan ekspektasi yang dihadapkan padanya, dengan membawa sebuah performa kompleks yang dibawakan sepenuh hati. Naskah kompleksnya begitu nyata, ditulis dengan kesederhanaan, datang dari kehidupan manusia biasa yang berkembang menjadi konflik-konflik rumit yang terjadi di antara karakter-karakter yang berkembang baik. Asghar Farhadi, dengan segala kemampuan dan kesabarannya, juga sukses menghidupakan kisah manusia ini dengan misteri yang kian menit makin menjadi. Dibangun dengan lapisan-lapisan yang setiap levelnya mampu mengungkapkan kisah meyakinkan tentang lika-liku kehidupan manusia, The Past hadir sebagai suatu persona kompleksitas moral manusia yang mempesona.


#8. Blue is the Warmest Color/La vie d'Adèle | Directed by Abdellatif Kechiche | Written by Abdellatif Kechiche and Ghalia Lacroix
Bagi kebanyakan orang, cinta itu mungkin berwarna merah, atau mungkin merah muda, namun bagi film pemenang Palme d'Or ini, cinta itu berwarna biru. Cinta mungkin merupakan hal paling sering diangkat untuk menjadi film. Tapi, film ini mengambil jalur berbeda. Dengan mengangkat kisah cinta lesbian, Blue is the Warmest Color menawarkan studi karakter luar biasa dalam kedua karakter utamanya. Karakternya terbangun dari rangkaian dialog yang sederhana serta naskah yang membumi namun menakjubkannya. Dengan mengeksplorasi dunia LGBT dengan baik, Blue is the Warmest Color adalah sebuah 'anthem' bagi kaum 'terpinggirkan', sebuah nyanyian yang penuh rasa cinta unik berbumbu asam garam kehidupan, dan semua itu mampu diungkapkan dengan penuh nyawa.


#7. Her | Directed by Spike Jonze | Written by Spike Jonze
Her boleh jadi merupakan film paling unik tahun ini.  Dengan romansa yang melimpah, Spike Jonze mencoba meramunya dengan sentuhan-sentuhan fiksi sains cerdas. Hasilnya? Sebuah citra memikat berisi pemikiran akan sebuah interaksi sosial dalam masa modern. Dibalut oleh visual halus nan manis, Spike Jonze membawa kita ke sebuah kisah cinta yang mungkin terlihat aneh, namun anehnya pula, hal itu lah yang mampu menghipnotis penonton. Tanpa pernah mempertontonkan wajahnya, Scarlett Johannson mampu membuat siapapun merasa nyaman hanya dengan mendengar suaranya. Di sisi lain, ia juga membangun sebuah jalinan erat dengan Joaquin Phonix yang tampil manis sebagai potret manusia yang terperangkap dalam batas abu-abu teknologi dan penciptanya. Di tengah komedi romantis yang makin hari muncul dengan kisah basi dan penuh klise, Her tampil dengan percaya diri. Dengan kisah cintanya yang istimewa, yang tanpa sadar telah menyentil pola interaksi sosial manusia saat ini, Her melangkah gemilang dengan imaginasinya yang tak terbatas.


#6. Stories We Tell | Directed by Sarah Polley | Written by Sarah Polley and Michael Polley
Setiap manusia memilik gift yang mungkin tak pernah disadari, namun sebenarnya selalu digunakan setiap waktu: memori. Mengambil hal ini, sutradrara, penulis, sekaligus aktris asal Kanada, Sarah Polley memutuskan untuk membuat sebuah dokumenter mengenai rahasia keluarganya. Memulai semua dari kisah mendiang ibunya, kisahnya mulai melebar dan membuka rentetan kejutannya dengan perlahan. Hanya dengan memori yang diungkapkan setiap anggota keluarganya, Polley berhasil menunjukkan bagaimana kekuatan sebuah memori dapat menjadi suatu hal penuh kejutan tak terduga, menyentuh setiap hati, bahkan hingga mempengaruhi kehidupan setiap manusia. Bagaikan terperangkap dalam sebuah labirin tak berujung, Stories We Tell mengajak siapa saja berkelanan ke dalam sebuah misteri pelik dengan begitu sederhana nan elegan. Sebuah dokumenter yang setiap menitnya selalu mengajukan tanda tanya dan misteri baru, bahkan hingga detik sebelum kredit bergulir, Stories We Tell muncul sebagai salah satu dokumenter yang sukses membuat setiap sel otak bekerja hanya dengan mendengarkan orang-orang yang tak pernah berhenti berbicara.


#5. Before Midnight | Directed by Richard Linklater | Written by Richard Linklater, Julie Delpy,  and Ethan Hawke
Setelah selama 9 tahun tak terdengar kelanjutan kisah cinta Jesse dan Celeste, duo ini kembali ke layar perak. Konsep uniknya yang ditawarkan kedua film sebelumnya, jelas tak lekang oleh usia. Masih dengan naskah sederhana nan rapi yang diisi oleh lebih banyak 'kerikil' hidup serta dialog-dialog yang cerdas mengalir alami dan terdengar tanpa kesan scripted sama sekali, Before Midnight terbukti masih dapat hadir dengan kualitas yang tak kalah, bahkan di atas Before Sunrise dan Before Sunset. Ditambah kehangatan yang muncul dari chemistry Julie Deply dan Ethan Hawke, memang tak ada yang lebih menarik ketimbang mendengarkan dua insan ini saling berdialog. Sebuah kemasan unik mengenai perspektif cinta rumit dan berliku yang disampaikan lewat jalan penuh kesederhanaan dan nostalgia, Before Midnight adalah sebuah kekuatan magis yang ampuh dalam menyihir siapapun.


#4. Upstream Color | Directed by Shane Carruth | Written by Shane Carruth
Shane Carruth bukanlah sineas yang produktif, tidak sama sekali. Namun, ketika ia kembali berkarya, ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ya, lewat Upstream Color, Shane Carruth kembali menunjukkan talentanya yang 'kurang ajar'. Meleburkan berbagai unsur drama, misteri, fiksi-sains, hingga romansa ke dalamnya, Carruth sukses meracik sebuah karya eksperimental yang dibungkus luar biasa dengan visual cantik, bahasa tubuh menawan, dan musik yang penuh nyawa, tak ketinggalan pula dengan Amy Seimetz yang tak pernah redup sinarnya sepanjang film. Kumpulan potongan puzzle dengan pengarahan hidup serta penulisan tanpa cela yang penuh sentuhan imaginatif, surrealisme, serta kreativitas, Upstream Color adalah salah satu contoh kegemilangan dalam segala sisi yang walaupun tidaklah mudah untuk dinikmati, namun menawarkan pengalaman sinematik tak terlupakan.


#3. The Act of Killing | Directed by Joshua Oppenheime, Anonymous, and Christine Cynn
Jujur, documentary isn't really my thing, tapi The Act of Killing mampu mengubah pandangan saya itu. Lewat sebuah rekonstruksi salah satu peristiwa besar dalam sejarah kelam Indonesia tentang pembunuhan masal para pengikut komunis, The Act of Killing membawa kita ke sebuah perjalanan mengerikan, both physichally and emotionally. Tak seperti rekonstruksi adegan dalam dokumenter lain yang biasanya diperankan oleh aktor, maka di sini, semuanya diperankan oleh sang pembunuh sendiri. Bagian terbaiknya? Mereka tak pernah malu bahkan dengan bangga menceritakan semuanya, yang mampu membuat The Act of Killing menjadi film yang sama sekali tak nyaman untuk dilihat hanya dengan mendengarkan mereka berbicara, sekalipun tak pernah ada darah yang benar-benar terkucur di dalamnya. Memanfaatkan imajinasi manusia sendiri untuk membangun setiap 'rekonstruksi' adegan, The Act of Killing adalah sebuah dokumenter yang efektif, affecting, sukses dalam mempertanyakan sebuah misteri kelabu masa lalu, sekaligus mempertanyakan moral setiap manusia.


#2. 12 Years a Slave | Directed by Steve McQueen | Written by John Ridley 
12 Years a Slave boleh dibilang merupakan wujud penyesalan atas apa yang terjadi pada masa lalu suatu bangsa. Tapi, semua itu bisa berantakan jika bukan seorang Steve McQueen yang menangani karya ini. Beruntung, hal itu tak terjadi. Secara visual, sinematografinya apiknya secara sempurna menangkap setiap kekejaman yang terjadi. Setiap cambukan, leher yang terjerat tali di pepohonan, luka yang terang-terangan diekspos, hingga botol wiski yang melayang, mampu membuat para penonton mengernyitkan dahi sekaligus merasakan kebrutalan dengan mendalam, bukan hanya secara fisik, namun secara jiwa, 12 Years a Slave mampu mempermainkan emosi dengan teramat baik. Cast-nya yang dipenuhi talenta luar biasa mampu hidup, membawa film ini ke level yang lebih tinggi lagi. Ejiofor adalah bintang sepanjang film, Fassbender adalah monster yang mampu 'mematikan' orang hanya dengan tatapan dinginnya sedangkan Nyong'o sanggup membuat siapapun tersentuh hanya karena sebatang sabun. Emotionally raw dan brutally terrifying, 12 Years a Slave memang sama sekali tak nyaman untuk dilihat, dan mungkin pula bukanlah tipe film yang akan anda tonton berkali-kali, tapi sekali anda menontonnya, anda tak akan pernah dapat melupakannya.


#1. Gravity | Directed by Alfonso Cuaron | Written by Alfonso Cuaron adna Jonas Cuaron 
Luar angkasa adalah predator dari segala predator. Kosong dan tak berdinding, namun ia punya kekuatan yang bahkan dapat membuat predator terkuat di bumi hancur berkeping-keping, dan itulah yang anda lihat dari Gravity. Memang tak ada yang mampu mendeskripsikan kata 'breathtaking' sesempurna Gravity, baik secara harfiah maupun istilah. Dengan luapan tensi berkobar-kobar tanpa henti yang sanggup membuat siapapun mencengkram kursi sekuat-kuatnya bahkan hingga mengalami 'asma' sesaat sepanjang film, ia tetap sukses mengemasnya dengan 'bungkus' anggun nan cantik.  Balutan sinematografi, musik, dan efek visualnya yang revolusioner bukan penyedap lagi, melainkan berubah fungsi menjadi nyawa yang amat vital. Sementara itu, Bullock hadir dengan ketakutan nyata, menjadi penentu kesuksesan perjalanan emosional seorang manusia yang menolak untuk mengalah, lebih dari sekedar kisah 'survival'. Di tangan Cuaron, Gravity bukan lagi berperan sebagai mesin teror belaka, tapi juga penyebar harapan hidup dan perjalanan manusia menaklukan ketakutannya sendiri yang dibungkus dengan visual maha indah, yang melahirkan salah satu pengalaman sinematik terpenting dalam sejarah perfilman dunia. Dan karena semua itulah, karya super ambisius ini layak untuk dapat berdiri di tempat ini.