300x250 AD TOP

Saturday, February 4, 2012

Tagged under: , , , ,

[Review] Drive (2011)

"If I drive for you, you get your money. You tell me where we start, where we're going, where we're going afterwards. I give you five minutes when we get there. Anything happens in that five minutes and I'm yours. No matter what. Anything a minute on either side of that and you're on your own. I don't sit in while you're running it down. I don't carry a gun. I drive." ~ Driver

Drive memang tidak seperti film aksi lainnya. Sepanjang durasinya, Drive tidaklah dipenuhi perkelahian dengan kekerasan diatas rata-rata, pertempuran dengan senjata-senjata canggih, atau pun kejar-kejaran dengan mobil sport super mewah. Tidak, Drive tidaklah seperti itu (meskipun yang seperti memang ada di film ini). Apa yang ditawarkan Nicola Winding Refn lebih dari itu. Melalui tangan dinginnya, ia berhasil membuat Drive menjadi film aksi yang lain daripada yang lain. Tak hanya ada adegan action, tapi juga porsi drama yang emosional.


Sebenarnya, Drive memiliki premis yang sangat klise. Menceritakan tentang seorang mekanik mobil (Ryan Gosling) yang bekerja di bengkel milik Shannon (Bryan Cranston), yang juga merupakan seorang supir pro yang sekaligus bekerja sebagai stuntman di film-film Hollywood. Karakter ini memang misterius, semisterius namaya yang tak pernah disebutkan di sepanjang film. Ia merupakan seseorang yang cool, pendiam, tenang, lihai, dan tak banyak omong, namun dibalik topengnya yang tanpa ekspresi itu, ia masih mempunyai sisi lembut.  Driver ini (sebut saja begitu) mempunyai seorang tetangga, Irene (Carey Mulligan), yang tak lain merupakan seorang istri dan ibu satu orang anak. Diam-diam, ternyata si driver ini jatuh cinta kepada Irene. Suatu saat, ia melakukan suatu misi bersama suami Irene yang ternyata berakhir dengan gagal dan tragis yang akhirnya menjerumuskannya ke dalam sebuah masalah besar.


Dibuka dengan opening menjanjikan, yaitu saat Refn memperkenalkan si tokoh utama, driver yang membawa sekawanan perampok untuk melarikan diri. Yup, seperti biasa, aksi kejar-kejaran menegangkan dengan polisi terjadi. Dari awal saja, Refn seolah ingin membuktikan kelihai sekaligus ketenangan si driver ini. Lihat saja akhir openingnya, bagaimana ia dengan ekpresi muka yang datar keluar dari kerumunan polisi dengan enteng dan mudahnya, bahkan tanpa dicurigai sedikit pun.

Drive merupakan film yang tenang, setenang karakter driver. Tanpa terlalu banyak dialog, Drive telah menawarkan sesuatu yang lebih daripada sekedar dialog panjang yang memenuhi durasi film. Satu lagi yang perlu diacungi jempol dari Drive, yakni Refn menyajikan film ini lebih artistik daripada film aksi lainnya. Lihat saja sinematografinya yang indah. Jangan lupakan pula efek slow-motion yang melengkapi, seperti pada scene lift atau pun scene penembakan di kamar mandi (wow! full of blood! dan... kepala pecah!).


Film ini memang berbeda dari film aksi biasanya, Drive tampil dengan cerita yang lebih kuat, meskipun dengan premis klise. Ya, tapi itulah hebatnya Refn, dengan premis yang klise, sangat klise bahkan, ia berhasil meramunya menjadi sebuah cerita yang solid. Bayangkan bila film ini disutradarai oleh sutradara lain, bisa-bisa film ini hanya bisa menjadi sasaran empuk para kritikus film untuk memaki-makinya. Juga, bukan senyum yang nampak dari wajah penontonnya, namun makian dan lemparan tomat busuk. Dan bisa saja dinominasikan untuk Razzie Awards dan berakhir sebagai salah satu yang terburuk di 2011. Tragis. Beruntunglah kita masih mempunyai sutradara kelahiran Denmark ini yang tidak menjadikan itu semua menjadi kenyataan.


Drive membangun ceritanya dengan perlahan, sedikit-demi sedikit, sehingga bagi yang tak terbiasa mungkin akan jatuh ke dalam rasa bosan (dan itu bukanlah saya). Untuk masalah adegan-adegan menegangkan layaknya film aksi lainnya, Drive pun tak mau ketinggalan. Tentu saja ada kejar-kejaran dan tembak-menembak, meskipun dengan frekuensi yang lebih sedikit daripada film aksi pada umumnya. Rupanya, Refn juga masih punya yang lain. Refn juga melengkapi Drive dengan drama yang emosional dan dengan porsi lebih banyak dari film aksi biasanya.


Semua ini tak lepas dari akting para pemerannya, semuanya berhasil tampil dengan maksimal. Ryan Gosling yang berperan sebagai seseorang dengan muka tanpa ekspresi dan tatapan mata yang sangat tajam setajam elang berhasil tampil dengan memikat. Tanpa banyak bicara, Ryan Gosling berhasil membuktikan bahwa ialah salah satu aktor paling bersinar di tahun 2011 setelah sebelumnya ia hadir di The Ideas of March. Sangat disayangkan, namanya tak muncul dijajaran aktor terbaik di Oscar sana. Ada juga Carey Mulligan yang juga memainkan perannya sebagai seorang ibu satu anak dengan apik dan tak kalah dengan Ryan Gosling.

Refn berhasil menggarap Drive, dan mejadikanya menjadi film aksi yang unik, bahkan cenderung melawan arus. Tak hanya itu, Refn juga menyelipkan balutan film aksi tahun 80-an kedalam Drive. Jajaran pemainnya, berhasil tampil dengan memukau. Refn juga menyuguhkan Drive dengan sinematografi cantik dan tata musik yang jempolan dan artistik. Salah satu film terbaik di tahun 2011, sayangnya, (lagi-lagi) tidak menurut Oscar.

8.5/10


0 comments:

Post a Comment