300x250 AD TOP

Sunday, October 21, 2012

Tagged under: , , , ,

[Review] Doubt (2008)

"Even if you feel certainty, it's an emotion, not a fact." ~ Brendan Flynn

Judulnya memang sangat singkat, namun dapat menginterpretasikan isi film secara keseluruhan. Doubt, memang bercerita tentang segala keraguan dalam diri manusia. Sebuah hal yang mutlak dimiliki oleh seluruh manusia di muka bumi ini. Siapa sih yang tak pernah mengalami keraguan? Bahkan hingga hal yang sangat kecil sekali pun. Saya jamin, semua orang pernah mengalaminya.

Film satu ini diangkat dari sebuah drama yang berjudul Doubt: A Parable dari John Patrick Stanley, yang juga menjadi sutradara sekaligus penulis skenario film ini. Dalam film ini, Stanley menggandeng sejumlah nama besar Hollywood, sebut saja Meryl Streep (The Iron Lady), Philip Seymour Hoffman (Synecdoche, New York), Amy Adams (The Fighter), dan Viola Davis (The Help). Meski sempat namanya hilang dalam jajaran Best Picture Oscar 2009, film ini mampu menyabet 5 nominasi Oscar, salah satunya adalah Best Adapted Screenplay.


Doubt berlatar di sebuah sekolah gereja bernama St. Nicholas di Bronx, setahun setelah peristiwa ditembaknya Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, tepatnya pada tahun 1964. Cerita dimulai dengan suasana gereja yang begitu damai, dimana seorang pastor bernama Pastor Brendan Flynn sedang memulai khotbahnya tentang keraguan. Dalam gereja ini, kita juga dikenalkan pada Suster Aloysius Beauvier, kepala sekolah yang galak, yang bahkan tak segan memukul kepala siswanya yang tertangkap sedang mengobrol saat pelayanan.

Suatu hari, seorang guru sejarah muda yang lugu, Suster James (Amy Adams), menangkap perilaku aneh dari Donald Miller (Joseph Foster), anak altar gereja sekaligus satu-satunya siswa negro dalam sekolah itu. Donald mulai bertingkah aneh seusai dipanggil oleh Pastor Flynn. Bahkan, dari mulut Miller, tercium bau alkohol, dan tentu saja, akhirnya ia membicarakan hal ini pada Suster Aloysius. Dengan dalih ingin membahas tentang kontes pada Natal mendatang, mereka berdua memanggil Pastor Flynn dan mempertanyakan hubungan Miller dengan Pastor Flynn. Suster Aloysius menaruh curiga pada Pastor Flynn dan melakukan segala sesuatu untuk membuktikan kecurigaannya.


Doubt tentu bukanlah tipe film yang nikmat ditonton. Cerita yang ditawarkan juga tergolong sederhana. Latar film ini juga hanya itu-itu saja, hanya di sekolah gereja itu, kalaupun harus, paling jauh hanya beberapa ratus kilometer dari gereja St. Nicholas tersebut. Meski bukan film yang enjoyable, namun bukan berarti Doubt merupakan film yang membosankan. Ini semua berkat kemampuan John Patrick Stanley yang mampu mengeksekusi film ini dengan sangat baik. Konflik batin yang ia ciptakan pun terjalin dengan erat dan mampu membuat saya tahan berlama-lama duduk di tempat duduk.

Skenario Doubt memang menjadi salah satu peluru utama film ini. Filmnya boleh jadi memang dipenuhi dialog-dialog panjang. Salah sedikit, fatal akibatnya. Berterimakasihlah pada John Patrick Stanley yang mampu menciptakan sebuah naskah yang kuat dengan dialog-dialog cerdas. Siapa yang dapat menyangkal keindahan khotbah Pastor Flynn ketika ia menyinggung tentang gosip? Tentang bagaiman Flynn menyamakan gosip sebagai bulu-bulu dari bantal yang berterbangan oleh sepoi angin yang sudah tak bisa dikumpulkan lagi karena angin telah membawa bulu-bulu itu pergi. Saya rasa tak ada.


Seperti yang saya bilang tadi, Doubt memang menyentil sebuah hal dalam diri manusia, yaitu keraguan yang menjadi sajian utamanya. Keraguan itu disampaikan lewat sebuah kisah sederhana penuh konflik dalam kehidupan religius di gereja katolik. Ya, Doubt memang menjabarkan sebuah moral yang luar biasa yang berkaitan tentang keraguan, kejujuran, kebohongan, bahkan hingga menyentuh ego seorang manusia yang hanya disampaikan lewat 103 menit, waktu yang sebenarnya cukup singkat untuk drama dengan penceritaan mendalam.

Meski punya segala kelebihan dari segala sisi, namun tak ada yang mampu mengalahkan kekuatan ensemble cast Doubt yang menakjubkan. Sangat tak mengejutkan memang, jika film ini bahkan mendapatkan 5 nominasi Oscar, dan 4 diantaranya merupakan penghargaan untuk aktor dan aktris terbaik. Di jajaran terdepan, peraih Oscar tiga kali, Meryl Streep, mampu menjelma menjadi suster berkepala batu yang tegas dan galak yang seakan tak memiliki keraguan sedikit pun dalam benaknya. Tak usah diragukan lagi memang, ia memang selalu mampu memberikan sebuah penampilan luar biasa dalam setiap perannya. Di lain pihak, Philip Seymour Hoffman juga berhasil menghidupkan karakter seorang 'tertuduh' dengan penuh  ketenangan, namun dapat meledak sewaktu-waktu.


Di posisi Suster James, terdapat Amy Adams yang juga dapat tampil meyakinkan sebagai suster polos yang penuh kesabaran. Karakternya yang sederhana itu memang dapat menarik hati siapa pun juga. Terakhir, ada Viola Davis, seorang ibu dari Donald Miller. Kemunculan boleh jadi hanya sekitar 10 menit, itupun di bagian menjelang akhir film. Namun, Viola Davis memang cerdas memanfaatkan durasi yang ia miliki dan seketika menyihir penonton dengan kemampuan aktingnya yang sangat emosional. Penampilan meyakinkan dari keempat aktor ini, bahkan mampu membuahkan 4 nominasi Oscar untuk mereka.  

Lewat cerita yang cukup sederhana, namun dengan pengemasan yang luar biasa dari John Patrick Stanley. Ditemani dengan kualitas akting yang juga tak kalah luar biasanya dari Meryl Streep, Philip Seymour Hoffman, Amy Adams, dan Viola Davis. Doubt merupakan sebuah contoh bagaimana sebuah film yang berangkat dari cerita sederhana, namun dalam perjalanannya dapat tumbuh menjadi intrik yang begitu kuat. Memang bukan contoh film drama yang enjoyable, tapi jelas, Doubt merupakan contoh film yang berhasil menyampaikan setiap esensi-esensi yang ia miliki dengan sangat baik.

8.0/10

1 comments:

  1. Doubt berlatar di sebuah sekolah gereja bernama St. Nicholas di Bronx, setahun setelah peristiwa ditembaknya Presiden Amerika Serikat,

    Play now game
    b games
    fallout shelter mysterious stranger,
    coolified games,
    happy wheels poki

    ReplyDelete